

Pulihkan Alam, Hidupkan Harapan
Di kaki indah Danau Maninjau, berdiri Nagari Sungai Batang - kampung kelahiran ulama besar Indonesia, Buya Hamka. Negeri yang dahulu dikenal tenang, hijau, dan penuh nilai-nilai kehidupan itu kini menghadapi luka mendalam akibat bencana galodo, longsor, banjir, dan kerusakan lingkungan yang terus mengancam kehidupan masyarakat.
Curah hujan tinggi yang melanda kawasan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat di penghujung November 2025, memicu galodo dan longsor yang membawa material lumpur, kayu, dan jalan. Merusak ratusan rumah wagar, dan beberapa orang meninggal dunia tertimbun longsoran. Akses jalan ke kawasan ini sempat terputus.
Bencana kembali terulang, galodo susulan terjadi pada 2 April 2026 di Nagari Sungai Batang. Setiap hujan turun, masyarakat khawatir bencana terulang kembali.
Bencana ini tidak hanya merusak alam, tetapi juga memukul ekonomi warga. Banyak masyarakat kehilangan sumber pnghidupan, terutama petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil di sekitar danau.
Danau Maninjau sendiri telah mengalami tekanan ekologis serius beberapa tahun terakhir. Dinas Perikanan Agam mencatat kematian ikan di Danau Maninjau pernah mencapai hampir 1.000 tonb akibat gangguan kualitas air dan cuaca ekstrem. Di Nagari Sungai Batang saja, tercatat sekitar 50 ton ikan mati yang berdampak langsung terhadap penghasilan masyarakat.
Di tengah situasi tersebut, masyarakat Nagari Sungai Batang tetap bertahan. Mereka berjuang memulihkan kampung halaman, menjaga warisan Buya Hamka, dan menghidupkan kembali harapan generasi masa depan.
Karena itu Green Waqf mengajak masyarakat Indonesia ikut ambil bagian dalam gerakan kebaikan badai melalui program:
GREEN WAQF - RESTORASI KAMPUNG BUYA HAMKA
Program ini adalah gerakan wakaf produktif berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat untuk memulihkan kawasan Nagari Sungai Batang dan sekitarnya pasca bencana.
Dana wakaf yang terkumpul akan digunakan untuk:
1. Restorasi Hutan dan Konservasi Alam
Menghidupkan kembali kawasan hijau sebagai penjaga sumber air, penguat ekosistem, dan pelindung dari ancaman longsor serta banjir.
2. Penanaman Pohon Produktif
Menanam pohon yang memberi manfaat ekonomi dan ekologis bagi masyarakat jangka panjang.
3. Pemulihan Ekonomi Rakyat
mendampingi masyarakat melalui pelatihan usaha, penguatan UMKM, pertanian, pternakan, perikanan, dan ekonomi berbasis komunitas.
4. Penyediaan Fasilitas Air Bersih
Membantu akses air bersihg yang layak untuk kesehatan dan keberlangsungan hidup warga.
5. Pengembangan Pariwisata Halal Berbasis Wakaf
Mengembangkan kawasan wisata ramah muslim berbasis budaya, alam, dan nilai-nilai Islam sebagai sumber ekonomi berkelanjutan masyarakat. Program ini juga telah didorong melalui kolaborasi Lembaga Wakaf MUI dengan Bank Indonesia di Kawasan Sungai Batang. Didukung Nagari Sungai Batang dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nagari Sungai Batang. Rumah Gadang yang dibangun di lahan wakaf keluarga Buya AR Sutan Mansur dan Hajah Fatimah Karim Amrullah (kakak kandung Buya Hamka) dijadikan pusat pengengambang pariwisata halal dan ekonomi rakyat di kawasan Danau Maninjau. Rumah Pariwisata Halal ini juga menjadi tempat penampungan sementara penyintas bencana galodo.
Kenapa progran ini penting?
Karena bencana tidak hanya menghancurkan rumah dan alam, tetapi juga meruntuhkan harapan masyarakat kecil.
Karena restorasi alam bukan hanya menanam pohon, tetapi menanam masa depan.
Karena wakaf bukan sekadar memberi hari ini, melainkan menghadirkan manfaat yang terus hidup untuk generasi mendatang.
Wakaf hari ini, warisan kehidupan untuk generasi esok.
Mari jadi bagian dari Kebaikan Abadi.
Saat kita membantu memulihkan Kampung Buya Hamka, sesungguhnya kita sedang:
- menjaga alam ciptaan Allah,
- membantu masyarakart bangkit,
- menghadirkan ekonomi yang lebih berkeadilan,
- dan mewariskan harapan untuk anak cucu negeri.
Sebagaimana pesan Buya Hamka: Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya..
Bersama Green Waqf, mari bangun kembali Nagari Sungai Batang.
Pulihkan alamnya. Bangkitkan masyarakatnya. Hidupkan harapannya.
***
Hotline: 08112860808

![]()
Menanti doa-doa orang baik